I'm Lazy

Selasa, 13 Agustus 2013

Udah lama banget nggak buka blog, nggak tahu juga mau nulis apa. Belum bisa nulis-nulis artikel yang bagus. Ane juga bingung artikel yang bagus itu seperti apa. Mungkin gak ada yang mampir di blog ga jelas ini. Tapi ane akan tetap mengisinya walaupun cuma dengan tulisan-tulisan yang yaah mungkin kurang berbobot, hahaha.

My Creation (Pieces - Sum 41)

Jumat, 28 Januari 2011

Alienware

Kamis, 16 Desember 2010

Jakarta  - Dell, di Mall FX Senayan Jakarta Kamis, memperkenalkan notebook Alienware M11x terbaru yang diremajakan dengan Intel Core i7 dan teknologi Nvidia Optimus yang didedikasikan untuk gaming.

"Alienware M11x adalah notebook sempurna karena setiap orang dapat memainkan game dimana saja secara mobile dalam tampilan HD," kata Walt Mayo, Vice President dan General Manager, Dell Consumer Asia.

Notebook Alienware M11x berukuran mungil dengan layar 11-inch dan tersedia processor Intel Core i5 dan i7 sehingga pengguna bisa mempercepat kinerja dengan turbo boost.

"Ini adalah tantangan kami membuat laptop game 11-inch yang terbaik di dunia, tapi kami telah melakukannya," ujarnya.

Alienware M11x yang ditunjang dengan Nvidia GeForce GT 335 dan beresolusi tinggi 720p 30 frame perdetik membuat kinerja grafis yang lebih cepat untuk menghadirkan HD game yang realistik.

"Para gamer secara otomatis mendapatkan pengalaman visual yang menakjubkan dimana pun mereka berada," katanya.

Notebook Alienware M11x tersedia dalam sentuhan lembut cover dove warna Stealth Black dan Lunar Shadow yang langsing dengan bobot 4,4 pon (sekitar 2 kg). Keyboard Alienware telah built-in dengan AlienFX illuminated dan laser-ukiran pada papan nama pengguna.

Notebook Alienware M11x dijual seharga Rp17 juta dengan spesifikasi Intel Processor Intel Core i5 dan Core i7 dengan Turbo Boost dan over-clocking, VGA GeForce GT 335M dengan teknologi Nvidia Optimus, dan layar WideHD 11,6 inci LED display warna 1366x768 (720p).

Kapasitas memorinya up to 8GB DDR3 800 Mhz, HD 500 GB 7200 RPM, serta dilengkapi perangkat audio Internal High Definition 5.1 Surround.

Sum 41 - Pieces

Jumat, 19 November 2010

Hati-hati!! Kegemukan bisa menular

Selasa, 16 November 2010

Sebuah riset yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan Harvard mengungkap bahwa obesitas atau kegemukan merupakan salah satu 'penyakit menular'. Dan obesitas ternyata juga bisa menular melalui medium jejaring sosial. Seperti dikutip dari Science20.com, penelitian yang menggunakan pemodelan matematis itu, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah orang yang mengidap obesitas di Amerika Serikat pada dekade terakhir diakselerasi juga oleh situs jejaring sosial.
"Secara spesifik, pertumbuhan orang yang berbobot tubuh akibat transmisi sosial, meningkat sangat cepat," kata Alison L Hill, mahasiswa Program for Evolutionary Dynamics, Biophisycs Program, Harvard-MIT Division of Health Science and Technology, Harvard.
Menurut Hill, kini, di AS saja tingkat obesitas penduduknya telah mencapai sekitar 34 persen. Angka itu bisa naik hingga di atas 42 persen. Adapun penelitian ini memanfaatkan data-data dari Framingham Heart Study.
Hill merinci, bahwa orang-orang AS yang tidak mengalami obesitas memiliki 2 persen kesempatan untuk menjadi obesitas. Namun angka itu akan bertambah lagi 0,4 persen setiap satu kontak sosial yang dimilikinya.
Artinya, bila ada lima kontak di jejaring sosial yang mengalami obesitas, maka sudah cukup untuk menggandakan resiko menjadi obesitas. "Lebih gampang untuk mengalami kelebihan berat badan ketimbang menguruskan badan," Hill menambahkan.
Kemungkinan terjadinya transisi dari seseorang yang tidak obesitas menjadi obesitas, ternyata dipengaruhi oleh jumlah kontak sosial yang mengalami obesitas. Sebaliknya, hal itu justru tidak terkait dengan jumlah kontak yang mengalami obesitas.
Sementara, kemungkinan untuk bisa mengurangi berat badan tidak tergantung dengan jumlah kontak sosial yang mengalami oebsitas maupun kontak yang tidak mengalami obesitas.
Obesitas, dipengaruhi jumlah kontak sosial yang obesitas
Penyebaran obesitas ini, diklaim telah menyebar melalui jejaring-jejaring sosial, lewat transfer dari orang ke orang. Sementara obesitas yang terjadi bukan akibat interaksi sosial (non-sosial), terjadi akibat makanan yang tak sehat dan gaya hidup serba mudah.
David G. Rand, ilmuwan Program for Evolutionary Dynamics dan Department of Psychology and Berkman Center for Internet & Society, Harvard, mengatakan  walaupun transmisi non-sosial obesitas masih merupakan komponen penting dalam penyebarannya, namun transmisi sosial dari obesitas tumbuh demikian cepat pada empat dekade belakangan.
"Hasil penelitian kami mengatakan bahwa norma-norma sosial tengah mengubah kecenderungan orang yang sebelumnya menjadi obesitas akibat mekanisme non-sosial. Dan efek yang ditimbulkan oleh seorang penderita obesitas kepada kontaknya yang non-obesitas, juga semakin tinggi," kata Rand.
Bila teori ini benar, agaknya cukup simpel bila ingin tetap memiliki tubuh yang langsing. Jangan berteman dengan orang gendut di Facebook Anda atau di jejaring sosial lainnya.

Gara-gara Obama,bakso jadi terkenal di AS

Saat berkunjung ke Indonesia, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama tak hanya menyerukan persatuan dan toleransi ke seluruh dunia. Dia mendadak juga jadi 'Duta Bakso'. Ketika mengenang masa kecilnya di Jakarta, tak lupa Obama menyinggung makanan kesukaannya saat kecil itu.
"Bakso, nasi goreng... semuanya enak!" kata Obama saat menghadiri jamuan makan malam kenegaraan. Tak cuma itu, saat berpidato di kampus UI, presiden negara adikuasa ini juga menirukan gaya penjual bakso berseru menjajakan dagangannya. "Baksooo!" katanya, disambur gerrr hadirin.
Gara-gara promosi Obama itu, sejumlah situs berita Amerika Serikat misalnya, Nola.com, CDA Press.com, dan Boston Globe memuat tulisan yang membahas soal bakso, termasuk resep dan cara membuatnya. Tulisan itu diberi judul 'Bakso: the soup President Obama loved as a child' atau 'bakso: sup kesukaan Presiden Obama waktu kecil'.
Seperti dimuat situs-situs itu, bakso didefinisikan sebagai sup bakso yang gurih, dilengkapi mie, cay sim, pangsit, tahu, bawang merah goreng, dan telur rebus. Bakso diberi predikat 'jajanan nasional Indonesia' yang hampir bisa ditemukan setiap saat di seluruh pelosok negeri ini.
"Saat orang nongkrong di malam hari dan merasa lapar, mereka bisa makan bakso," kata Djoko Supatmono, executive chef Satay Junction, restoran Indonesia di New York, seperti dimuat CDAPress.com, Selasa, 16 November 2010.

Dijelaskan di situs itu, bakso punya banyak variasi dan terus berevolusi--mulai dari ukurannya yang bulat kecil sampai sebesar bola golf, bahkan bola tenis. Bahan dasarnya juga bervariasi, seperti daging sapi, ayam, ikan, ada juga babi. Namun, umumnya, bakso dibuat dari daging sapi, karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim dan tidak makan babi.
"Sup ini punya banyak tampilan, tapi yang pasti selalu terdiri dari bakso, mie, dan kuah," kata Ken Woytisek, instruktur koki masakan Asia di Institut Kuliner Amerika, St. Helena, California.

Ditambahkan dia, asal-usul bakso masih misterius. Kuah dan mie diduga berasal dari China. Namun baksonya diduga kuat merupakan pengaruh kuliner Belanda. Tapi, ia masih bertanya-tanya bagaimana bisa bakso jadi jajanan kaki lima di Indonesia.
Sementara itu, James Oseland, Pemimpin Redaksi Majalah Saveur, mengaku tak tahu bahan-bahan apa yang digunakan untuk membuat bakso, selain daging. "Mungkin lebih baik kita tidak tahu. Ini seperti hot dog," kata dia, setengah bercanda.
Dan meskipun varian sup bakso bisa ditemukan di negara-negara di seluruh Asia Tenggara, namun Oseland memberi apresiasi khusus untuk bakso Indonesia. "Versi Indonesia akan menjadi raja, nenek moyang dari semua sup bola daging di Asia Tenggara."

Namun, soal bakso mana yang layak juara di Indonesia  masih jadi perdebatan. "Orang di Indonesia tak pernah lelah memperdebatkan bakso mana yang paling enak," kata Woytisek.
Namun, ada dua kriteria untuk menyatakan bakso mana yang enak: mie yang al dente (halus dan gurih) dan bakso yang sempurna. "Yang membuat bakso enak adalah tingkat kekenyalannya," kata Oseland. "Dan ada semacam pembumbuan yang halus. Keberhasilan memadukan bumbu dan daging itulah yang membedakan bakso yang enak dengan bakso biasa-biasa saja."

Cara membantu orang terkasih berhenti merokok

Memutuskan untuk berhenti merokok butuh perjuangan keras. Apalagi bagi mereka yang telah lama kecanduan.
Jika pasangan termasuk perokok berat, tentunya kebiasaannya itu seringkali membuat Anda kesal. Sebagai orang terdekat, Anda bisa membantunya sukses 'mematikan' kebiasaan merokok untuk selamanya.
Meskipun pada akhirnya, keputusan untuk berhenti merokok tetap ada padanya, dukungan Anda merupakan komponen penting untuk membantu dia mencapai tujuan. Salah satu hal penting untuk membantu pasangan mencapai tujuan berhenti merokok adalah dengan memberikan dukungan kepadanya terus menerus.

Berikut ini strategi sederhana yang dapat Anda terapkan di rumah, dikutip dari laman Modern Mom.

Ajak bergabung ke komunitas stop merokok
Mendengar cerita dari orang lain yang sudah lebih dulu bisa berhenti merokok, dapat membantu si dia ikut berhenti. Ajak pasangan untuk bergabung di komunitas stop merokok. Mendengar keberhasilan orang lain berhenti merokok bisa membuatnya optimis melakukan hal sama.

Menawarkan dukungan
Tanyakan padanya jenis dukungan seperti apa yang dia inginkan dari Anda. Setiap orang yang ingin berhenti merokok, biasanya membutuhkan dukungan berbeda.
Misalnya, ada yang ingin agar Anda selalu mengingatkannya agar tidak merokok, sementara orang lain mungkin menganggap itu sebagai omelan. Pasangan mungkin ingin mendengar peringatan yang simpatik, mengalihkan perhatian dia atau memberikan hadiah saat dia berhasil melewatkan rokok. Jadi, cobalah untuk menemukan jenis dukungan yang betul-betul dia butuhkan untuk membantu berhenti merokok.

Kegiatan bebas rokok
Rencanakan melakukan suatu aktivitas yang bebas dari rokok dengan pasangan, misalnya bersepeda. Kegiatan semacam ini dapat membantu dia mencapai tujuannya berhenti merokok.
Jika pasangan terbiasa pergi ke tempat kumpul bareng teman yang merokok terus-menerus, coba rencanakan untuk melakukan aktivitas berbeda. Ajak si dia ke tempat baru yang godaan untuk merokok lebih kecil.

Bantu dia ubah rutinitas
Seorang perokok harus menangani secara seimbang, secara fisik maupun mental, kecanduan terhadap tembakau. Ada saat-saat tertentu dalam sehari - seperti setelah makan atau saat minum kopi – dia selalu menyempatkan diri untuk menghisap rokok. Anda perlu membantunya mengatasi masalah ini. Sebagai contoh, Anda bisa berjalan-jalan bersama setelah makan malam agar dia tidak tertarik untuk merokok.

Beri pujian
Ucapkan selamat jika dia berhasil menghindari dan beri dia pujian. Cobalah untuk menangkap detail kecil. Rencana beberapa jenis hadiah untuk Anda berikan kepadanya karena berhenti merokok. Misalnya, dia bisa menggunakan uang yang biasanya akan dia habiskan untuk membeli rokok dan menghabiskannya pada liburan akhir pekan.